Kamis, 28 Mei 2009

Makna FANA

Fana berarti binasa.. itulah salah satu sifat dunia dan sifat diri manusia yang pernah saya bahas dalam buku 'Mengenal Allah dan Mengenal diri lewat sifat 20.' Fana dalam kehidupan sehari hari dapat kita lihat pada setiap kondisi atau keadaan yang selalu berubah-ubah. Misalnya, ketika kita sedang makan, maka tak selamanya kita dalam posisi makan, pasti kita akan mengakhirinya setelah perut terasa kenyang. Ketika kita tidur, maka tak selamanya kita tidur, bahkan mati pun tidak kekal mengingat kita akan dibangkit atau dihidupkan kembali pada hari berbangkit di Padang Mahsyar.. bersambung..

Kekuatan zikrullah

Zikir merupakan makanan bagi hati manusia. sehingga orang yang tidak berzikir akan merasakan hati lapar setiap hari. laparnya hati itu berupa rasa duka cita, sakit hati yang lama kelamaan semakin dalam. Dan pada gilirannya rasa lapar yang tak pernah dipenuhi dengan zikir akan membentuk penyakit hati berupa dengki, iri, sombong, dendam dan lain-lain. oleh karenanya kita seyogyanya setiap hari melakukan zikir sebanyak-banyaknya, agar hati mendapat ketenangan dan petunjuk dari Allah SWT.

Allah menyuruh kita berzikir dalam posisi duduk, berdiri ataupun berbaring. Diutamakan pada waktu pagi dan sore hari.. bersambung..

Jumat, 16 Januari 2009

Judul Buku : Mengenal Allah dan Mengenal diri lewat sifat 20
Penulis : Rajudin Noor
Tebal : 168 halaman
Ukuran kertas : A4
Cetakan : bersampul
ISBN : 979-18665-0-3
9789791866507
Harga : Rp. 100.000,-
Kirim Email : udin7n@gmail.com


“Awaluddin Ma’rifatullah”
(Awal beragama mengenal Allah)
Hadist Qudsi tersebut mengisyaratkan bahwa dalam hidup menjalankan agama kita harus mengenal Allah terlebih dahulu sehingga kita tahu sifat-sifat Tuhan yang kita sembah dengan berdasar pada Al Qur’an dan Hadist Nabi Saw.
Rasulullah Saw bersabda :
“Man a’rafa nafsahu fakadde a’rafa rabbahu”
(Barang siapa yang mengenal dirinya, niscaya ia akan mengenal Tuhannya).
Berdasar Hadist Nabi Saw tersebut, salah satu indikator seeorang mengenal Allah ialah ia juga mengenal sifat dirinya. Dengan kata lain orang yang mengaku mengenal Allah namun ia tidak tahu sifat -sifat dirinya maka ia belum dikatakan mengenal Tuhannya.
Alhamdulillah, Buku ini mengupas cara memahami dan merasakan sifat - sifat Tuhan khususnya sifat 20 dalam kehidupan sehari-hari, ditambah dengan pengenalan sifat diri manusia yang merupakan indikator seseorang mengenal Tuhannya.
Dengan demikian diharapkan kita dapat merasakan dan memahami firman Allah Swt dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 186 yang berbunyi “Waidzaa tsa alaka I’baadiy a’nniyy fainniyy qariibun. ” (“Dan Apabila hambaKu bertanya kepada engkau (Nabi Saw) tentang hal-Ku maka sesungguhnya Aku dekat.”)
Kemudian buku ini juga ditulis untuk menghilangkan image “bahwa belajar ilmu tauhid (khusus-nya Sifat 20) itu sulit dan perlu waktu bertahun-tahun untuk mempelajarinya”. Yang saya tawarkan dalam buku ini adalah kebalikannya, bahwa belajar ilmu tauhid (khususnya sifat 20) itu gampang bahkan bisa merasakan manisnya ilmu tauhid tersebut dalam hitungan jam jika pembaca mau membaca dan memahami sambil mempraktekkannya.